Jenis-Jenis Crowdfunding Berikut Penjelasan Lengkapnya

Kemajuan teknologi yang ada saat ini memunculkan beragam platform investasi. Salah satunya adalah crowdfunding yang merupakan urun dana untuk bisnis atau proyek. Lewat sistem ini, pengumpulan modal jauh lebih efektif dan jumlahnya pun sangat besar.

Jadi untuk kamu yang memiliki bisnis saat ini dan membutuhkan modal tambahan, kamu bisa gunakan platform ini. Platform yang dapat menjadi alternatif pembiayaan ini akan membantu kamu untuk mendapatkan dana lebih sehingga bisnis atau usaha yang tengah kamu jalankan bisa terus berkembang dan maju.

Pada umumnya, sistem pembiayaan ini akan menggunakan jalur internet supaya bisa dijangkau semua orang dengan mudah. Jika kamu tertarik melakukan permodalan atau meminjam dana melalui situs terpercaya, kamu bisa simak terlebih dahulu jenis-jenisnya berikut ini:

  1. Donasi

Untuk jenis yang pertama adalah donasi. Jadi sistem pembiayaan seperti ini banyak dilakukan para pemberi dana sebagai kompensasi atas sebuah proyek yang diberikan dana sumbangan. Donasi banyak digunakan juga untuk meringankan beban dari para korban bencana alam, memberikan bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan dan lain sebagainya. Dan di masa pandemi seperti ini, kegiatan urun dana banyak dilakukan guna meringankan beban pekerja lepas yang terdapat oleh pandemi ini. Jika kamu menjadi salah satu donaturnya, kamu tidak akan mendapatkan imbalan apapun.

  1. Crowdlending

Kemudian, ada crowdlending atau lebih familiar dengan nama P2P lending. Jadi crowdlending sendiri merupakan sebuah platform peminjaman dana dimana dana berasal dari orang banyak. Dan lewat situs seperti ini kamu bisa pinjam dana untuk melakukan pengembangan pada bisnis yang kamu jalankan. Dan nantinya para pemodal yang sudah memberikan pinjaman uang akan mendapatkan hasil dari bunga pinjaman. Dan sekarang ini sudah tersedia banyak platform P2P di Indonesia jadi kamu bisa pilih yang terpercaya dan aman.

  1. Ekuitas Crowdfunding

Dan terakhir adalah equity crowdfunding dimana penggalangan dana akan dilakukan dengan cara menerbitkan sejumlah saham kemudian saham tersebut ditawarkan ke para investor sebagai bentuk modal dalam pengembangan usaha atau bisnis.

Mekanisme ini akan dilakukan dengan sistem online melalui 3 pihak yakni penyelenggara, penerbit serta investor. Perlu diketahui, penyelenggara bisa dikatakan sebagai perusahaan yang akan menjembatani pelaku usaha dengan pemodal.

Sedangkan penerbit adalah perusahaan yang memerlukan dana supaya bisa melakukan ekspansi bisnis. Dan untuk investor, orang yang akan memenuhi kebutuhan modal dari pelaku usaha. Caranya adalah dengan membeli saham dengan harapan bisa mendapatkan hasilnya.

Meski sistem permodalan ini menjanjikan banyak orang, tapi risikonya sangat tinggi terutama bagi pemilik modal. Pasalnya tidak ada nominal yang harus dikembalikan peminjam modal dan perjanjian atau kontrak juga tidak dibuat dalam kegiatan ini.

Jadi, untuk para pemilik modal yang ingin berinvestasi bisa beralih ke sistem crowdfunding Peer To Peer Lending. Salah satu platform terpercaya yang bisa digunakan adalah Amartha. Bergabung dengan Amartha akan membuat keuntungan kamu menjadi semakin besar. Bahkan, investor akan mendapatkan keuntungan hingga 15% secara flat di tiap tahunnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *